Resort Beno Harapan

A.   Letak Wilayah 

      Resort Beno Harapan merupakan satu dari dua resort di Seksi Pengelolaan TN Wilayah II Taman Nasional Kutai, berdasarkan peta kerja luas resort Beno Harapan 28.879,30 Ha. Secara administrasi kawasan Resort Beno Harapan berada di 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara pada Kecamatan Muara kaman dan Kutai Timur pada Kecamatan Batu Ampar.

      Resort Beno Harapan tidak berbatasan langsung dengan pemukiman / desa sekitar hutan, akan tetapi berbatasan kawasan hutan, adapun batas – batas sebagai berikut:

1. Sebelah Utara : HTI PT. Permata Hijau Katulistiwa, Hutan Produksi dan Sungai sangatta
2. Sebelah Timur : Resort Rantau Pulung SPTN Wilayah I
3. Sebelah Selatan : Resort Menamang SPTN Wilayah II
4. Sebelah Barat : HTI PT. Surya Hutani Jaya dan Hutan Produksi

 

B.   Sumber Daya Manusia

      Sumber Daya Manusia di Resort Beno Harapan berjumlah 8 (delapan) orang yang terdiri 1 orang PEH, 4 orang Polhut, 2 orang non fungsional dan 1 orang honorer. Adapun data SDM sebagai berikut: 

No Nama / NIP Pangkat / Gol. Jabatan
1. Ipung Pamungkas /19820626 200112 1 001 Penata Muda TK I, III/b Peh Pertama
2. Slamet Rohmadi, S.Hut. / 19791207 199803 1 002 Penata Muda TK I, III/b Pengolah data Perenc,Perlind. dan Pengawetan TN Wilayah II
3. Alqaf /19830905 200501 1 002 Penata Muda, III/a Polhut Pelaksana Lanjutan
4. Moh. Rifai /19740529 200710 1 001 Penata Muda, III/a Polhut Pelaksana Lanjutan
5. Muhtar /19820302 200710 1 001 Pengatur TK. I, II/d Polhut Pelaksana Lanjutan
6. Hendra Deni /19830907 200710 1 002 Pengatur TK. I, II/d Polhut Pelaksana
7. Dedy Hidayat/19740320 200604 1 002 Pengatur, II/c  TPHL
8. Gandi Fajar Rahman  Honorer

 

C.   Potensi Sumber Daya Alam 

       Berdasarkan hasil kegiatan dikawasan Resort Beno Harapan diketahui potensi sebagai berikut:

Flora

Berdasarkan kegiatan Plot Ukur Permanent di dapat data potensi pohon sebagai berikut:

No Nama Ilmiah Nama Lokal Family
1 Actinodaphne glabra Blume. Medang Berkarang Lauraceae
2 Aglaia odorata Lour. Kumping Meliaceae
3 Aglaia sp Kumping Meliaceae
4 Alangium sp Cencang Cornaceae
5 Alseodaphne bancana Medang Telur Lauraceae
6 Artocarpus macrophylla Keledang Moraceae
7 Artocarpus rigidus Terap Moraceae
8 Baccaurea bracteata Mata Pelanduk Phyllanthaceae
9 Baccaurea macrocarpa Kapul Phyllanthaceae
10 Baccaurea tetrandra  Mata Pelanduk Phyllanthaceae
11 Barringtonia macrostachya Putat Lecythidaceae
12 Barringtonia sp Putat Lecythidaceae
13 Caesarea sp.     Vivianiaceae
14 Callicarpa pentandra Roxb. Nayub Lamiaceae
15 Castanopsis sp Gatot-gatot Fagaceae
16 Chaetocarpus castanocarpus    Peraceae
17 Chisocheton sp Tebaul Meliaceae
18 Cinnamomum javanicum Kayu Manis Lauraceae
19 Cleistanthus myrianthus Asam-asam Phyllanthaceae
20 Cratoxylum arborescens Gerunggang Hypericaceae
21 Cratoxylum sumatranum Gerunggang Hypericaceae
22 Croton argyratus Merkapur Euphorbiaceae
23 Cryptocarya sp. Medang Lauraceae
24 Dacryodes rostrata Kembajau Burseraceae
25 Dacryodes rubiginosa Kembajau Burseraceae
26 Dacryodes sp Kembajau Burseraceae
27 Dillenia  reticulata Simpur Dilleniaceae
28 Dillenia excelsa Maligara Dilleniaceae
29 Dimocarpus sp Longan Sapindaceae
30 Diospyros borneensis Baleo Ebenaceae
31 Diospyros buxifolia Kayu Arang Ebenaceae
32 Diospyros sp Kayu Arang Ebenaceae
33 Dracontomelon dao Sengkuang Anacardiaceae
34 Dryobalanops lanceolata Kapur Dipterocarpaceae
35 Drypetes kikir Kayu Kikir Putranjivaceae
36 Duabanga moluccana Benuang Laki Lythraceae
37 Durio graveolens   Malvaceae
38 Durio zibethinus L. Durian Malvaceae
39 Elateriospermum tapos Tapos Euphorbiaceae
40 Eusideroxylon zwageri Ulin Lauraceae
41 Ficus tristanifolia Ara Moraceae
42 Ficus obscura  Ara Moraceae
43 Fordia splendidissima Tuba-tuba Leguminosae
44 Garcinia dulcis Asam Gendis Clusiaceae
45 Glochidion sp Rambai Punai Phyllanthaceae
46 Gluta macrocarpa Rengas Anacardiaceae
47 Gluta wallichii  Rengas Anacardiaceae
48 Grewia sp.   Malvaceae
49 Homalanthus populneus  Buta-buta Lalat Euphorbiaceae
50 Horsfieldia grandis Mardarah Myristicaceae
51 Intsia bijuga Ipil/Merbon Leguminosae
52 Jackiopsis sp   Rubiaceae
53 Knema elmeri Mardarah Myristicaceae
54 Koompassia malaccensis Bangkirai Leguminosae
55 Koordersiodendron pinnatum  Tebu Hitam Anacardiaceae
56 Lepisanthes sp.   Sapindaceae
57 Lithocarpus sp Pasang Fagaceae
58 Litsea sp Medang Lauraceae
59 Maasia glauca Jerenjang Annonaceae
60 Maasia sumatrana Jerenjang Annonaceae
61 Macaranga gigantea Kubung Euphorbiaceae
62 Macaranga hypoleuca Mahang Euphorbiaceae
63 Macaranga lowii Mahang Euphorbiaceae
64 Macaranga tanarius Mahang Euphorbiaceae
65 Macaranga triloba Mahang Euphorbiaceae
66 Magnolia tsiampacca  Arau Magnoliaceae
67 Mallotus sp   Euphorbiaceae
68 Melia sp   Meliaceae
69 Memecylon sp. Nipis Kulit Melastomataceae
70 Mesua sp.   Calophyllaceae
71 Mezzettia sp Jerenjang Annonaceae
72 Myristica iners Mardarah Myristicaceae
73 Myristica maxima Mardarah Myristicaceae
74 Nauclea officinalis  Bengkal Rubiaceae
75 Nauclea subdita  Bengkal Rubiaceae
76 Neolamarckia cadamba Jabon Rubiaceae
77 Nephelium laurinum  Rambutan Hutan Sapindaceae
78 Notahphoebe sp Medang Lauraceae
79 Ochanostachys amentacea Pilung Olacaceae
80 Palaquium beccarianum Nyatoh Sapotaceae
81 Palaquium sp Nyatoh Sapotaceae
82 Paramignya sp Jeruk Hantu Rutaceae
83 Paranephelium sp.   Sapindaceae
84 Pentace triptera  Pohon Pinang Malvaceae
85 Popowia hirta Jerenjang Annonaceae
86 Pternandra rostrata Teja Melastomataceae
87 Quercus gaharuensis Pasang Fagaceae
88 Santiria tomentosa Saninten Burseraceae
89 Saurauia sp. Ingur-ingur Actinidiaceae
90 Schima wallichii Puspa Theaceae
91 Shorea leprosula Meranti Dipterocarpaceae
92 Sindora wallichii  Anggi Leguminosae
93 Sterculia sp Tapak Gajah Malvaceae
94 Syzygium hirtum Jambu-jambu Myrtaceae
95 Syzygium sp Jambu-jambu Myrtaceae
96 Syzygium tawahense Jambu-jambu Myrtaceae
97 Trema tomentosa Anggrungan Cannabaceae
98 Xanthophyllum sp. Kemuning Polygalaceae

Fauna

Berdasarkan kegiatan Identifikasi Burung pada awal tahun 2017 diketahui terdapat sekitar 31 jenis burung, sebagai berikut:

No Jenis Nama Ilmiah
1 Alap-alap capung Microhierax fringillarius 
2 Alap-alap tikus Elanus caeruleus
3 Merbah Belukar(Olive-winged bulbul) Pycnonotus plumosus
4 Beo Gracula religiosa
5 Berencet dada karat Napothera rufipectus
6 Caladi tilik Dendrocopos moluccensis
7 Ciung air coreng Macronus bornensis
8 Elang Alap Accipiter trivirgatus
9 Gagak Corvus violaceus
10 Julang emas Aceros undulatus
11 Julang jambul hitam Aceros corrugatus
12 Kadalan Rhamphococcyx calyorhynchus
13 Kadalan kembang Phaenicophaeus javanicus
14 Kareo padi Amaurornis phoenicurus
15 Kedasih Cacomantis variolosus
16 Kekep babi Artamus leucorynchus
17 Kerak kerbau Acridotheres javanicus
18 Kipasan belang Rhipidura javanica
19 Kutilang Pycnonotus aurigaster
20 Madu rimba Hypogramma hypogrammicum
21 Merbah Cerukcuk Pycnonotus goiavier
22 Merbah mata merah Pycnonotus brunneus
23 Pelanduk dada putih Trichastoma rostratum 
24 Perling kumbang Aplonis panayensis
25 Pijantung kecil Arachnothera longirostra
26 Punai tanah Chalcophaps indica
27 Madu Sepah raja Aethopyga siparaja
28 Sikatan bubik Muscicapa latirostris
29 Sikatan melayu Cyornis turcosus
30 Tiung Emas Gracula religiosa
31 Udang api Ceyx erithaca

Kegiatan inventarisasi dan monitoring Orangutan pernah dilaksanakan di resort Beno Harapan dengan hasil sebagai berikut :

No. Tahun survei Estimasi Kerapatan (individu/km2) Estimasi Populasi (individu)
Interval Mean Interval Mean
1 2013 0.41 ‒ 0.59 0.49 147.51 - 212.27 176.29
2 2014 0.41 ‒ 0.67 0.52 147.51 - 241.05 187.09
3 2015 0.31 – 0.80 0.50 111.53 - 287.82 179.89
4 2016 0.36 – 0.69 0.51 406.15 - 211.99 298.88
Rerata   0.50   188.81

 

D.  Desa Penyanggah 

      Kawasan Resort Beno Harapan tidak berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk / Desa, akan tetapi akses menuju kawasan secara umum cukup terbuka karena adanya jalan blok perusahan disekitar kawasan yang sampai saat ini aktif. Berdasarkan hasil temuan selama kegiatan ada beberapa aktifitas / interaksi masyarakat dengan hutan diantaranya  pemanfaatan kayu (penebangan liar) dan perburuan satwa (pemasangan jerat satwa).

      Desa penyangga Resort Beno Harapan memiliki sejarah yang sama yaitu merupakan transmigrasi HTI PT. Kiani Lestari yang memiliki keterbatasan lahan garapan dan termasuk dalam kecamatan Batu Ampar. Beberapa desa yang berada di dekat kawasan Resort Beno Harapan adalah sebagai berikut: 

No Uraian DesaMawai Indah DesaBeno Harapan DesaHimba Lestari
1. Luas Desa 12.891,5 Ha 1.575 Ha 115,7 Ha
2. Lahan Peratnian 230 Ha 1.500 Ha 11.200 Ha
3. Lahan non pertanian 344 Ha 75 Ha 375 Ha
4. Jumlah penduduk 609 Orang 732 Orang 281 Orang
5. Jumlah KK 161 KK 201 KK 86 KK
6. Topografi Hamparan Lerang / punggung bukit Lembah
7. Lokasi Di pingir / sekitar kawasan hutan Di luar kawasan hutan Didalam kawasan hutan
8. Potensi Desa Budidaya lada, karet, Sawit 1.        Budidaya Karet, Lada.2.       PLTMH3.       Danau di dekat desa  1.        Budidaya karet2.       Bendungan didekat desa
9. Ketergantungan terhadap  kawasan TNK Sedang1.        Masih ada ditemukan jerat satwa2.       Pengambilan kayu masih disekitar kawasan Sedang1.        Ditemukan jerat satwa2.       Pengambilan kayu masih disekitar kawasan3.       Akses jalan kekawasan harus melalui kawasan Desa Himba Sedang1.   Ditemukan jerat satwa2.  Pernah ditemuaan kayu olahan jenis ulin3.   Adanya akses jalan sampai kawasan

Sumber ; Kecamatan Batu Ampar dalam Angka 2016

 

E.   Ancaman/ Gangguan/ Kelemahan 

         Akses menuju kekawasan Resort Beno Harapan cukup terbuka karena adanaya aktifitas produksi perusahaan disekitar, sehingga sangat berpotensi terjadi kegiatan illegal baik penebangan pohon maupun perburuan satwa. Beberapa temuaan yang menjadi indikasi ancaman kawasan adalah sebagai berikut:

  1. Pada agustus 2016 pernah terjadi kegiatan illegal loging dengan temuaan kayu olahan jenis ulin sekitar 50 M3.
  2. Masih ditemukan jerat satwa didalam kawasan
  3. Adanya perambahan lahan perusahaan sekitar kawasan oleh masyarakat yang berpotensi mengarah kekawasan dan mengancam potensi SDA berupa kayu sebagai bahan bagunan.

 

F.   Isu Pengelolaan/ Upaya Pengelolaan/ Penguatan

Dalam merespon ancaman kawasan diperlukan kegiatan – kegiatan:

  1. Memantapkan batas kawasan dengan melakukan rekontruksi batas sesuai SK Penetapan.
  2. Patroli pengaman hutan secara rutin
  3. Eksplorasi potensi kawasan melalui survey dan pemasangan camera trap
  4. Meningkatkan kerjasama dengan pihak perusahaan yang ada disekitar kawasan sebagi buffer kawasan.
  5. Pelibatan masyarakat sekitar kawasan melalui kegiatan pemberdayaan daerah penyangga (penyusunan dokumen pemberdayaan daerah penyangga).
  6. Terkait sarana prasarana,
  1. Kantor resort yang permanent
  2. Kendaraan roda 2 masih perlu ditambah 1 unit dan sedangkan motor yang ada secara kualitas perlu ditingkatkan (perlu pengantian motor).
  3. Perlu kendaraan roda 4 sebagai operasional di resort.
  4. Dana operasional resort.

 

 

0
0
0
s2smodern
up