PELATIHAN PEMANDU WISATA UNTUK MASYARAKAT DESA BINAAN TAMAN NASIONAL KUTAI

17. 10. 02
posted by: tnkutai

Pembinaan desa binaan merupakan upaya konkrit pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi yang dilakukan secara terintegrasi dengan pengelolaan kawasan konservasi. Kegiatan pemberdayaan masyarakat desa dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, serta memberi akses memanfaatkan sumberdaya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa. Melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat di desa binaan diprioritaskan pada kelompok masyarakat yang telah ditetapkan menjadi kelompok binaan.

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok masyarakat maka perlu dilaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat melalui pelatihan. Jenis pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan prioritas kelompok masyarakat yang didasarkan pada potensi desa dan jenis usaha yang digeluti oleh kelompok binaan.

Desa Swarga Bara yang berada di Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu desa penyangga sekaligus desa binaan Taman Nasional Kutai yang selama ini mengembangkan kegiatan ekowisata dengan nama Ekokabojaya. Sebagai desa yang menjadi pintu gerbang wisatawan yang akan masuk ke objek wisata alam Prevab di Taman Nasional Kutai, masyarakat desa tersebut selain mengembangkan kegiatan ekowisata di desanya juga memiliki peluang untuk ikut serta terlibat dalam pengelolaan wisata di Taman Nasional Kutai. Salah satu peluang tersebut adalah keterlibatan masyarakat sebagai pemandu wisata.

Berdasarkan kebutuhan dan peluang tersebut, maka pada tanggal 29 September – 1 Oktober 2017, Balai Taman Nasional Kutai melaksanakan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata yang diikuti oleh 30 orang anggota kelompok sadar wisata Ekokabojaya. Kegiatan yang dilaksanakan di Peternakan Sapi Terpadu (PESAT) PT Kaltim Prima Coal tersebut dibuka oleh Kepala SPTN Wilayah I Sangatta, Boedi Isnaini, S.Hut. Dalam tiga hari ini, peserta mendapatkan berbagai materi terkait kepariwisataan alam. Narasumber pelatihan pemandu wisata berasal dari Balai Taman Nasional Kutai, Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, dan Himpunan Pramuwisata Indonesia.
Semoga dengan adanya kegiatan pelatihan pemandu wisata ini, masyarakat bisa lebih mengembangkan diri untuk dapat menjadi pemandu wisata yang siap memberikan pelayanan prima dan menjadi “tuan rumah” yang baik bagi para wisatawan.

#Kutai National Park Indonesia

0
0
0
s2smodern
up