Hujan Jarang, Daop Sangkima TN Kutai Siaga Kebakaran Hutan Dan Lahan

   

      Kutai Timur, 20 September 2017. Memasuki Bulan September 2017, curah hujan yang turun di wilayah Kalimantan Timur khususnya Kabupaten Kutai Timur sangat sedikit jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Hal tersebut dapat dilihat melalui indikator banyaknya titik hotspot yang terpantau baik melalui satelit maupun hasil patroli dilapangan.

      Dalam sepekan ini saja sudah lebih dari 5 titik hotspot yang terpantau di kawasan dan sekitar kawasan Taman Nasional Kutai, meskipun dengan tingkat confidence level yang bervariasi. Yang terbaru adalah hasil pantauan LAPAN pada tanggal 19 September 2017, terdapat 1 titik hotspot dengan tingkat confidence level mencapai 81 % pada koordinat N 0.462968  E 117.439308 dan telah dilakukan groundcheck dengan hasil dinyatakan sebagai obyek yang terbakar di dalam kawasan. Luasan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 ha di jalan poros Sangatta - Bontang km 10 Kampung Dayak Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur. Jarak dari jalan raya ke titik hotspot berjarak 3,2 km pada koordinat N 00.46781° E 117.43817°

      Begitupun halnya dengan hasil patroli lapangan, berbanding lurus dengan hasil pantauan satelit dimana telah banyak terpantau asap kebakaran hutan. Pada tanggal 19 September 2017 kemarin Manggala Agni Daops Sangkima bersama-sama dengan personil Balai TN Kutai melakukan pemadaman pada 2 (dua) lokasi yang berbeda.

      Lokasi pertama kebakaran hutan berada di KM 9 jalan poros Sangatta - Bontang dengan titik koordinat N 00.47102  E 117.48189 dengan vegetasi terbakar berupa semak belukar dan pepohonan bekas tebasan menggunakan parang. Akses menuju loksi pemadaman di tempuh dengan jalan kaki ± 600 meter dari unit kendaraan. Pemadaman di lakukan mulai jam 15.10 s/d 17.50. Dari pemilik lahan (Ibu Sumarti) diketahui bahwa tujuan pembakaran lahan yaitu untuk perluasan lahan yang akan digunakan menanam padi. Luas yang terbakar diperkiran ± 1 ha.

      Lokasi ke-2 kebakaran hutan adalah jl. Poros Bontang- Sangtta Km 13 Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur pada koordinat N 00.44248 E 117.48115. Dengan perkiraan luas area terbakar 0,7094 ha. Vegetasi yang terbakar yaitu semak dan pakis-pakisan yang sudah dirintis dengan menggunakan parang.

      Menurunnya intensitas curah hujan, menuntut adanya peningkatan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran hutan. Tipologi kebakaran di Taman Nasional Kutai dan sekitarnya adalah kebakaran yang di sengaja yaitu pembukaan kawasan maupun lahan dengan cara membakar. Sebagai gambaran bahwa SPTN Wilayah I Sangatta khususnya resort Sangkima dan resort Sangatta memiliki kerentanan bahaya kebakaran hutan, mengingat masih adanya pemukim yang mendiami kawasan. Pola pengelolaan lahan yang mereka anut pada umumnya yaitu membuka kawasan / lahan dengan cara membakar yang mana hal itu diturunkan secara turun temurun oleh pendahulu mereka.

      Hal inilah yang menjadi sumber penyebab maraknya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia termasuk di kawasan konservasi Taman Nasional Kutai dan sekitarnya. Kewaspadaan dan siaga menjadi kunci agar kebakaran hutan dapat di deteksi secara dini sehingga dapat meminimalkan angka luasan areal terbakar.

0
0
0
s2smodern
up